Senin, 27 Februari 2012

anda tahu sosis??? ini 9 diantaranya berasal dari Jerman

Kali ini mari kita mengenal tentang sosis.

Menurut Wikipedia Sosis adalah suatu makanan yang terbuat dari daging cincang, lemak hewan, terna dan rempah, serta bahan-bahan lain. Sosis umumnya dibungkus dalam suatu pembungkus yang secara tradisional menggunakan usus hewan, tapi sekarang sering kali menggunakan bahan sintetis, serta diawetkan dengan suatu cara, misalnya dengan pengasapan. Pembuatan sosis merupakan suatu teknik produksi dan pengawetan makanan yang telah dilakukan sejak sangat lama. Di banyak negara, sosis merupakan topping populer untuk pizza.Sosis terdiri dari bermacam-macam tipe, ada sosis mentah dan juga sosis matang.

Di Indonesia terdapat berpuluh-puluh merk sosis, ada yang tipe premium dan ada tipe biasa, tergantung kontain sosisnya. Secara umum dapat dilihat dari harganya. Nah sekarang mari kita mengenal jenis-jenis sosis dari Jerman.

Di Jerman, sosis adalah makanan yang sangat populer. Hampir setiap hari masyarakat Jerman menyantapnya. Setidaknya ada 9 jenis sosis unik yang sangat menggugah selera.


1. Knackwurst

Spoiler for sosis:


Sosis tebal berukuran pendek ini berbahan utama daging dengan bumbu bawang putih yang ekstra. Biasa disantap bersama asinan kubis dan mustard.


2. Drei im Weggla
Spoiler for sosis:


Sosis berukuran ramping ini umumnya dimasak agak hangus di atas panggangan terbuka. Jarang sekali yang memasaknya dengan cara direbus atau digoreng. Sedap disantap bersama mustard dan sepotong roti.


3. Weisswurst
Spoiler for sosis:


Sosis berwarna putih ini dibuat dari daging sapi muda sedang sedikit tambahan kulit babi untuk variasi rasa. Setelah direbus, weisswurst dihidangkan dengan pretzel dan gandum.


4. Bockwurst
Spoiler for sosis:

Sosis yang dalam proses pembuatannya menggunakan telur ini kerap menjadi teman minum bir. Lagi-lagi, biasa dinikmati dengan mustard.


5. Landjager
Spoiler for sosis:


Secara tampilan, sosis ini kurang sedap dipandang. Namun untuk bahan, Landjager adalah salah satu yang kaya bumbu. Sosis yang biasanya disajikan bersama kentang ini dibumbui dengan anggur merah, gula, biji jintan, mustard, dan lada.


6. Thuringer
Spoiler for sosis:


Ukurannya ekstra panjang. Cara masaknya dengan dipanggang sampai sedikit hangus. Memiliki kandungan lemak yang relatif lebih rendah dibanding sosis lainnya.


7. Wollwurst
Spoiler for sosis:


Rebus, dinginkan, lalu goreng. Begitulah sosis ini biasa dimasak untuk mendapatkan rasa garing di bagian luar.


8. Cervelat
Spoiler for sosis:


Dulu, cervelat berbahan dasar otak. Tapi kini sudah jarang yang menggunakannya. Sesuai tradisi di sebagian Jerman, bagian ujung sosis dibelah agar hasil masakan tampil indah.


9. Frankfurter Wurtschen
Spoiler for sosis:


Cara memasak sosis nan mulus panjang ini bukan dipanggang, digoreng, atau direbus. Cukup panaskan ke dalam air panas, dan siap dimakan.



Warning !!
Hati2 memilih sosis..banyak sosis dari daging yg tidak jelas kehalalannya..Bagi agan2 yang muslim tentu harus berhati-hati..karena banyak sosis yg terbuat dari campuran darah, daging babi , selongsong dari usus babi..ato dari daging hewan halal yang tidak disembelih secara syariat Islam..

glowing tobacco transgenic




      


       An image of a tobacco plant which has been genetically engineered to express a gene taken from fireflies (specifically: Photinus pyralis) which produces luciferase. The image is an "autoluminograph" produced by placing the plant directly on a piece of Kodak Ektachrome 200 film. When the plant is watered with a luciferin containing nutrient medium, tissue specific luminescence is observed. It is the first representation of a transgenic multicellular organism expressing bioluminescence. This image was first published in a November 1986 issue of the journal Science in a paper titled "Transient and stable expression of the firefly luciferase gene in plant cells and transgenic plants". [1] by David W. Ow, Keith V. Wood, Marlene DeLuca, Jeffrey R. de Wet, Donald R. Helinski and Stephen H. Howell. The research was funded by grants from the US Dept. of Agriculture and the National Science Foundation.